Sponsored by :

Tampilkan postingan dengan label MTB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MTB. Tampilkan semua postingan

Minggu, Agustus 22, 2021

Kebun Teh Kertowono

Pernahkan memanjakan mata di hamparan kebun teh menghijau nan luas ?
Seolah bisa melepas beban stres dan penat akibat terkungkung kondisi pembatasan akibat pendemi yang melanda hampir seluruh belahan dunia.
Salah satu kebun teh yang lokasi berdekatan dengan wilayah Prob olinggo adalah kebun teh Kertowono.
Dengan mengambil start di dusun Pelalangan - Desa Kalicilik - Kecamatan Sumber. Salah desa yang berbatasan dengan wilayah yang dikelola oleh perusahaan perkebunan plat merah ini.

Start dari Poskamling Pelalangan, langsung bertemu jalur offroad lebar sejauh 200 meter, kemudian masuk ke wilayah Hutan Negara yang didominasi tanaman Pinus dan tumpangsari palawija dan jalur single track berkelok-kelok mesra, sejauh hampir 4 km. Kemudian berlanjut memasuki hutan lebat dan gelap sepanjang 2 km. Sebelum akhirnya bertemu dengan hamparan lahan berbukit-bukit yang mirip hamparan karpet hijau nan luas, yang tidak lain adalah wilayah perkebunan Kertowono.
Terdapat beberapa tempat menarik untuk ber-swafoto di P74 dan Lawang Genitri, selain keindahan alam kebun teh dan panorama gunung semeru serta keindahan lembah di sekelilingnya berupa wilayah kabupaten Lumajang dan Probolinggo yang tampak apabila cuaca mendukung

Menjelajah wilayah kebun teh hampir 4 km jauhnya, kemudian memasuki wilayah desa Sombo untuk kemudian memasuki jalan desa menuju Jenggrung - Gunung Dami hingga finish di Leces, total jarak tempuh mencapai 36 KM, dengan dominasi jalan desa, makadam serta aspal berliku-liku yang menuntut extra hati-hati.





Jumat, Oktober 02, 2020

5 cm minim makadam





Sekilas jalur yang dilalui

Jalur 5cm yang sudah di explore sejak hampir sepuluh tahun yang lalu dan amat legendaris menjadi jalur favorit penggemar sepeda AM atau DJ karena selain menyuguhkan pemandangan aduhai di hampir sepanjang jalur yang dilalui
Hanya saja, di jalur klasik yang finish di Sukapura memiliki handicap "makadam jahanam" sepanjang kurang lebih 7 km dan sekarang berkurang menjadi 5 km karena 2 km menjelang finish telah di Cor beton, yang bagi beberapa pesepeda malah kurang disukai.
Rock Garden

Sebetulnya ada jalur single track yang amat menarik untuk dilalui, yaitu, menuju kampung Pondok Terop atau menuju Gunung Kukusan
Akan tetapi karakter tanah berwarna kuning yang dilalui sangat rawan menjadi kubangan lumpur di musim penghujan.
Senyampang musim hujan masih belum tiba, maka dipuas-puaskan melalui rute ini, karena single track menurun tajam yang cukup panjang dan dihiasi berm alami di sepanjang rute sangat memanjakan adrenalin. 
Endingnya adalah lebih kurang 1 km jalur rock garden dan beralur di sela-sela hutan pinus dan mahoni ketika memasuki Desa Branggah.
Ayo ... mumpung belum musim hujan... segera coba jalur ini



Cokroniti









Cokroniti



Senin, Maret 07, 2016

CEMOROTIGO

Bermain-main dengan sepeda dengan view yang menawan memang menjadi idaman.
Apalagi bila track itu masih perawan dan jarang terjamah roda penggemar sepeda gunung.
Track Cemorotigo sebetulnya sudah terexplorasi sejak 3 tahun yang lalu, hanya saja waktu itu harus masuk ke wilayah dukuh Krajan Desa Ngadirejo.
Alhasil, akan menemui turunan dan tanjakan terjal cukup panjang sehingga harus menguji nyali dan energi pengendara sepeda.
Ternyata, berkah erupsi Bromo tahun 2015, membuat warga mulai membuka jalan baru yang dahulu berupa jalan setapak dan amat sempit.
Track ini bisa dimulai  dikayuh dari Bukit Mentigan, untuk yang gak begitu menyukai tanjakan, karena lokasi ini merupakan batas akhir parkir kendaraan bermotor.
Tapi kalau memiliki energi berlebih, dimulai dari parkiran Cemorolawang juga amat menarik, sekaligus sebagai sarana pemanasan.
Melintasi tebing di sepanjang bukit Mentigan hingga Pusung Lingker yang berjarak 2 km, meskipun single
track tanah dengan elevasi rolling yang menguras tenaga, namun disuguhi pemandangan menawawan Laut Pasir Bromo sebagai background, membuat kita terlupa akan penatnya badan.
Puncak dari track ini di Pusung Lingker dengan ketinggian 2200 mdpl sebagai persinggahan terakhir bisa menikmati indahnya Bromo, dan selanjutnya jalan tanah single track yang didominasi turunan akan dilalui.
Sesekali akan menemui track technical jenis U turn dan S turn yang menuntut kehati-hatian extra, karena kecuraman jalan bisa sampai 20-30°  dibeberapa titik
Jangan terlalu risau menghadapi tanjakan kecil yang cukup menggiurkan pemandangannya, tapi kewaspadaan  extra patut dikedepankan, karena jalur ini masih sering terjadi longsor di beberapa titik terutama dikala puncak musim hujan.
Exostisme perbukitan di sisi utara pegunungan Tengger ini memang didominasi oleh pepohonan cemara gunung dan perkebunan Kubis Kentang dan Bawang Prei khas Bromo. Dijamin akan menyejukkan setiap mata memandang.
Sampai lebih kurang di kilometer 7, sebelum tampai di tanjakan terakhir atau tepatnya di Pusung Clik, kita bisa beristirahat sejenak sambil menikmati hidangan yang biasanya disediakan oleh penghuni rumah satu-satunya yang ada di bukit dengan posisi di ketinggian 1700 mdpl.
Keramah tamahannya tak perlu diragukan lagi, tulus menyambut kehadiran tamu yang bisa dipastikan amat sangat jarang menghampiri  rumah ini yang berada di pelosok seperti ini.
Bagaimana tidak. di rumah yang dialiri listrik dari genset pribadi yang hanya menyala sampai jam 10 malam, karena tak mungkin pengelola
distribusi listrik mau menyalurkan kabelnya melewati jurang dan perbukitan hanya untuk satu rumah saja
Dari Pusung Cilik, kita akan melalui jalan setapak menurun tajam dan diakhiri dengan U-Turn dengan radius yang cukup pendek, sehingga harus menekan tuas rem semaksimal mungkin.
Apabila lolos dari hadangan itu, maka tersisa tanjakan sepanjang lebih kurang 100 meter yang mengakhiri petualngan di pedalaman hutan untuk selanjutnya memasuki area jalan makadam desa di wilayah dusun Cemorotigo.
Mulai kilometer 8 ini, suguhan track makadam, tanah dan aspal desa silih berganti dengan tetap didominasi oleh turunan.
Sesekali juga akan melalui perkampungan warga desa Jurang Prau hingga masuk ke wilayah di dukuh Pancen yang berbatasan dengan desa Sapikerep.
Lebih kurang di kilometer 15 akan bertemu jalan aspal mulus yang merupakan jalan utama menuju kawasan wisata Gunung Bromo, atau lebih tepatnya berada di belakang Villa Istana Petani yang cukup indah.
Perjalanan bisa ditutup dihalaman villa yang cukup luas atau melanjutkan perjalan melalui jalur aspal yang menggoda hingga Sukapura atau Probolinggo.



Minggu, Desember 22, 2013

Blusukan edition

Untuk kali ini, edisi blusukan tak kalah menariknya, karena yang dilalui adalah jalan-jalan yang tak biasa.
Dimulai dari Leces menuju arah Barat di Bantaran.
Disana sudah menunggu 3 personal dari kota Probolinggo diantaranya Dwijoko Chandra dan Andre.
Sedangkan yang berangkat dari Leces selain pak ketua Haji Djoko juga Arif Santoso dan Agus.
Aspal jalanan mulus menyapa diawal seakan membuat mereka ber-enam begitu terlena untuk berpacu satu sama lain.
Namun ketika memasuki desa Legundi, diajak untuk melintasi jalanan sempit di sekitar sungai Legundi yang melintasi perkampungan desa tersebut. Jalan tanah sedikit menanjak membuat kayuhan semakin berat.
Dari desa Legundi kemudian perjalanan dilanjutkan hingga menyeberangi sungai kecil menuju desa Tunggak Cerme dengan tantangan jalur yang semakin sempit dan tanjakan mesra.
Sampai akhirnya puncak tanjakan berada di wilayah desa Wringin Anom / Bades yang berkelok-kelok indah. Kemudian melipir menuju ke arah wilayah desa Resongo.
Dari sini jalan aspal mulus mengantarkan mereka sampai ke Kuripan kembali lewat desa Legundi dan akhirnya berpisan di pertigaan Bantaran.
Perjalanan blusukan sejauh hampir 40 KM ini ternyata menunjukkan bahwa masih banyak jalur nan indah dan menantang di sekitar kita.

Minggu, Desember 08, 2013

Dingklik skip Ngawu.. tak jadi ke Welang

Foto Keluarga di Simpang Dingklik
Malam hari tanggal 7 Desember 2013 berbondong-bondonglah kita bersama rombongan menuju Welang.
Sebuah desa 4 km arah timur dari Purwosari Pasuruan.
Disana esok hari akan berkumpul tak kurang 300 penggemar sepeda gunung untuk ikut serta memeriahkan Gobar Peduli Sepeda Gunung yang diadakan oleh Kemenpora.
Maka minggu pagi desa yang biasanya sunyi senyap inipun riuh oleh persiapan para pesepeda yang akan loading dengan truck menuju ke Penanjakan Bromo tepatnya di Simpang Dingklik
Ternyata perjalanan dari Welang membutuhkan waktu tak kurang dari 2 jam, melalui Tutur - Nongkojajar - Tosari - Wonokitri, dengan jalanan meliuk-liuk dan tanjakan tajam yang siap mengaduk-aduk isi perut.
Akhirnya sampaikan kita semua di Simpang Dingklik, yang merupakan jalan aspal pertigaan yang menghubungkan Bromo Lautan Pasir - Wonokitri dan puncak Penanjakan.
Sekitar pukul setelah sepuluh, perjalanan ini dimulai menyusuri turunan aspal tak sampai 200 meter kemudian menyusup ke jalan tanah single track yang ada di sisi kanan jalan raya.
Menunggu Evakkuasi
Rute ini memang cocok untuk jenis AM, sehingga hanya ada sedikit aktifitas pedaling.
Tak heran, bagi peserta yang menggunakan sepeda fullsus rute ini sangat mereka sukai, karena memang sesuai spesifikasinya.
Rata-rata sepeda bisa melaju lebih cepat bahkan dibanding kendaran bermesin sekalipun.
Namun akhirnya rombongan kita harus skip dari rute ini, karena terjadi accident yang menimpa salah seorang anggota kami.
Sehingga hanya bisa melaluinya sampai KM-5 atau tepatnya di desa Ngawu.
Selanjutnya kami harus evakuasi korban menggunakan pickup menuju ke RSU Pasuruan.
Pelajaran berhaga yang bisa kami peroleh dari perjalanan kali ini adalah agar  selalu hati-hati dimanapun berada, dan selalu berdoa di setiap perjalanan, agar kita selalui dilindungi oleh Allah SWT.



Minggu, September 15, 2013

Ke Tiris kan kembali

Tidak bisa dipungkiri, kalau cinta pada pandangan pertama kita adalah TIRIS.
Sebuah wilayah di lereng Timur Gunung Lamongan ini, memiliki potensi keindahan yang tersembunyi.
Tak hanya track-nya yang bervariasi, namun juga terdapat Danau yang jumlahnya tak kurang ada 7 buah
Belum lagi, sungai Pekalen yang sangat indah dan alami di dinding-dindingnya mengundang para investor untuk mendirikan obyek wisata extrim Rafting atau Arung Jeram di sungai Pekalen diantaranya adalah yang dilakukan oleh NOARS Rafting.
Selain itu, masih di sungai pekalen terdapat sumber air panas khas gunung vulkanik aktif.
Dan tentu saja, disekitarnya juga terdapat perkebunan kopi, apukat yang merupakan hasil bumi andalan daerah ini, juga sengon yang merupakan bahan baku kayu lapis.
Menyusuri wilayah ini sangat dimanjakan oleh pemandangan gunung Lamongan serta lereng-lerengnya yang
masih hijau.
Tanjakan dan turunan akan ditemukan silih berganti, dan khusus untuk perjalanan kali ini, 700 MDPL adalah elevasi maksimum yang dicapai ketika memasuki wilayah Dukun Darungan serta ketika pulang di desa Kertosuko.
Tentu saja tak dilupakan untuk mandi air panas serta menikmati pemandangan minimal di Ranu Segaran sudah cukup untuk mengurai asam laktat yang menumpuk akibat rasa capek setelah melakukan pedaling dari dataran rendah sekitar 40 MDPL.